5 Tradisi Jepang Seputar Seks yang Unik nan Nyentrik

Tradisi Jepang

Tradisi Jepang memang terkenal dengan berbagai macam hal unik dan nggak akan kamu temukan di negara lainnya. Biasanya, dalam waktu satu tahun, Negeri Sakura ini sering mengadakan festival (matsuri) untuk memperingati sesuatu dengan melakukan parade di jalanan secara meriah.

Mungkin untuk sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap tabu tentang hal-hal yang berbau seks. Namun, ketika berada di Jepang, justru kamu akan menyaksikan berbagai macam festival dengan tema seksual yang tentunya unik, berbeda, dan  pastinya sayang untuk kamu lewatkan.

Ososo

Festival vagina atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Ososo Matsuri ini mempertontonkan replika alat kelamin wanita. Masyarakat jepang, khususnya wanita meyakini bahwa mengikuti festival ini, maka wanita akan terbebas dari kemandulan dan memudahkan untuk memiliki momongan.

Tak hanya itu, tradisi Jepang yang satu ini juga menjadi simbol sebuah kawasan diharapkan mendapatkan kesuburan dan hasil panen yang melimpah dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. Maka tak heran jika festival ini nggak hanya dihadiri oleh wanita juga, akan tetapi kaum pria pun banyak yang turut serta mengikutinya.

Kanamara

Kanamara Matsuri diperingati sebagai festival yang dalam bahasa Indonesia disebut “Dewa Penis Besi Besar” karena menunjukkan alat kelamin pria berukuran jumbo, yakni sekitar 1 meter dengan bobot mencapai 100 kg. Ketika kamu mengikuti festival ini, berbagai macam hal bergambar penis pria akan kamu temukan di sini.

Sebut saja seperti kue, gantungan kunci, permen, hingga camilan, semuanya mempunyai bentuk seperti penis pria. Festival Kanamara ini biasanya diadakan pada bulan April dan telah dilangsungkan sejak berabad-abad yang lalu, yakni pada abad ke-17.

Kanamara Matsuri mempunyai sejarah sebelum akhirnya dilangsungkan hingga saat ini. Pada zaman dahulu, diceritakan ada dua iblis yang secara sengaja bersembunyi di dalam vagina seorang wanita. Lantas, sebagai perlawanan, wanita tersebut langsung mengebiri (memotong kemaluan) para iblis.

Singkat cerita, untuk menangkal para iblis bersembunyi kembali di dalam vagina, maka wanita tersebut meminta tolong kepada seorang pandai besi untuk menciptakan sebuah penangkal iblis, yakni alat kelamin dengan bahan dasar besi yang keras, kokoh, dan tidak mudah rusak.

Konsei

Festival Konsei ini lebih dikhususkan untuk para wanita di Jepang yang masih melajang dalam kurun waktu lama dan ingin memiliki pasangan (suami) dan momongan (anak). Tradisi Jepang ini juga diadakan pada bulan April, tepatnya di Osawa Hot Spring. Tugas wanita yang mengikuti festival Konsei adalah memandikan patung penis.

Dengan ukuran patung penis yang cukup besar, para wanita memandikan patung tersebut menggunakan air hangat. Jika ada yang beruntung, maka salah satu wanita akan diminta untuk menunggangi (menaiki) bagian atas patung. Hal tersebut tentunya menjadi pertanda baik dan semoga dekat jodohnya yang diharapkan.

Geisha

Kamu pasti sudah nggak asing dengan istilah Geisha? Yap! Geisha merupakan para wanita penghibur dengan ciri khas menggunakan make-up putih dengan lipstik merah dan sanggul pada bagian belakangnya. Selain itu, Geisha akan menggunakan baju tradisional khas Jepang, yakni kimono.

Seorang Geisha mempunyai kedudukan terhormat di negara Jepang pada saat itu. Geisha profesional dapat memilih pria mana saja yang ingin mereka layani, tak peduli seberapa banyak uang yang mereka miliki. Jika Geisha tak mempunyai keterarikan terhadap pria tersebut, maka Geisha akan mencari pelanggan yang sesuai kriterianya.

Honen

Tradisi jepang dari kawasan Komaki dan diadakan pada bulan Maret ini termasuk unik karena para pria akan mengarak sebuah patung penis berukuran besar yang bernama Ooowasegata dan diletakkan pada sebuah kuil kecil (Mikashi). Lalu, Mikasih tersebut akan diarak oleh banyak pria secara bersamaan.

Penis dianggap mempunyai simbol sebuah kesuburan, tentunya untuk mayoritas pekerjaan masyarakat Jepang di sektor pertanian, sehingga festival Honen termasuk kegiatan yang sangat populer di kalangan wisatawan asing ketika ingin berkunjung ke Jepang.

Memang unik dan nyentrik banget ya tradisi Jepang di atas? Meskipun terkesan vulgar, akan tetapi buktinya banyak menarik perhatian banyak orang dari seluruh dunia untuk melihat bahkan terlibat secara langsung dalam festival tersebut. Jadi, festival mana yang paling menarik perhatian kamu? Komen di bawah, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name - City
Membeli Product Time