Berpacaran Hanya Saat Musim Liburan, Inilah Tren Holidate yang Bisa Kamu Coba!

holidate

Berpacaran hanya saat musim liburan, inilah tren holidate yang bisa kamu coba!– Momen liburan adalah hal yang ditunggu oleh banyak orang karena dapat merileksasikan hati dan pikiran setelah lelah beraktivitas, mulai dari bekerja hingga melakukan kewajiban-kewajiban lainnya.

Nah, biasanya, saat liburan, meskipun dapat melakukannya seorang diri, akan tetapi kurang afdol jika nggak dilakukan bersama orang-orang terdekat, salah satunya adalah pasangan. Namun, nggak semua orang mempunyai pasangan, nih. Duh!

Sebagai salah satu solusinya, orang-orang yang sering ditanya “Mana pasangannya? Kok nggak diajak liburan bareng?”, munculah sebuah tren yang mungkin saja bisa membantu, yakni holidate.

Dilansir dari popmamaholidate merupakan momen ketika seseorang memilih pasangan di saat-saat tertentu saja, contohnya seperti saat berlibur. Jika kamu menganggap holidate seperti Friends with Benefit (FWB) yang memberikan keuntungan dalam segi pemenuhan hasrat seksual, akan tetapi holidate hanya sebagai pendamping saja dan untuk saling bertukar cerita.

Sebenarnya, holidate merupakan gabungan dari dua kata, yakni holiday (liburan) dan date (kencan) serta rentang waktu yang dilakukan untuk holidate cenderung singkat.

Jika dihubungkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang cenderung bertanya pada orang terdekatnya mengenai status asmara, maka holidate dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun, untuk mendapatkan partner holidate, tentunya ada beberapa kriteria yang harus kamu penuhi, lho!

Salah satu kriteria terpenting adalah kamu harus memilih partner yang mudah untuk diajak ngobrol mengenai berbagai macam topik, atau seenggaknya mempunyai ketertarikan yang sama terhadap suatu hal. Contohnya saja seperti kamu dan partner holidate mempunyai ketertarikan terhadap film. Nah, hal tersebut bisa dijadikan topik obrolan utama saat sedang bersama.

Bisa juga selain mencari kesamaan ketertarikan terhadap suatu hal, kamu memilih partner holidate berdasarkan pembawaan dirinya, seperti mudah bersosialisasi atau mempunyai sikap yang ramah. Tentunya, saat memutuskan untuk melakukan holidate, masing-masing sudah menyepakati bahwa momen kencan yang dilakukan nggak berpotensi untuk menuju jenjang lebih serius.

Jadi, gimana nih, kamu tertarik untuk mencoba tren holidate? Share di kolom komentar, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *