Caper Versi Modern! Kenali Teknik Gatsbying yang Populer di Kalangan Milenial

gatsbying

Caper versi modern! Kenali teknik gatsbying yang populer di kalangan milenial– Adanya media sosial memudahkan banyak orang, terlebih lagi di kalangan milenial untuk mengekspresikan apa yang dirasakan dan dipikirkan secara online. Terlebih lagi semenjak banyaknya platform media sosial yang ada mendorong para penggunanya untuk membagikan aktivitas yang dilakukan, entah melalui foto maupun video.

Nggak hanya itu, para pengguna media sosial juga mampu menjalin pertemanan dengan banyak orang secara sekaligus, khususnya dengan seseorang yang sedang ditaksir, lho! Hayo, siapa nih di antara kamu yang berteman dengan orang yang ditaksir melalui media sosial dan selalu memperhatikan setiap update-an nya?

Dikarenakan media sosial memberikan wadah secara bebas untuk banyak orang dalam mengunggah apapun, nggak heran jika hal ini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mencari perhatian, atau istilah populernya adalah caper.

Nah, saat seseorang sedang caper, ternyata hal tersebut termasuk ke dalam fenomena yang disebut dengaan gatsbying. Dilansir dari socogatsbying merupakan aktivitas ketika seseorang mengunggah (upload) berbagai macam konten, baik dalam bentuk swafoto, foto objek tertentu hingga video untuk menarik perhatian seseorang.

Sebenarnya, para pelaku gatsbying melakukannya untuk mendapatkan perhatian dari orang yang dituju secara nggak langsung. Misalnya saja, pelaku gatsbying mengetahui bahwa orang incarannya sangat menyukai kucing, maka bisa saja pelaku melakukan swafoto bersama hewan tersebut supaya mendapatkan perhatian, entah komentar atau diberikan tombol suka (like).

Kalau misalnya kamu bertanya, apakah perilaku seseorang gatsbying aman untuk dilakukan? Ya, sebenarnya sih semua orang sepertinya pernah melakukan hal tersebut untuk menarik perhatian orang lain. Namun, terkadang, gatsbying yang dilakukan seringkali nggak mendapatkan respon sama sekali dari si target. Hal tersebut mampu menjadikan pelakunya frustasi dan harus memutar otak bagaimana cara mendapatkan perhatiannya.

Efek dari gatsbying juga dijelaskan pada artikel yang diunggah di laman dailyasia. Pada dasarnya, aktivitas gatsbying menjadikan para pelakunya kurang produktif bahkan cenderung terus menerus overthinking. Tentunya hal tersebut nggak memberikan efek positif dan menjadikan psikis pelaku menjadi kurang sehat.

So, apakah kamu pernah melakukan tindakan gatsbying? Coba dong, share di kolom komentar, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *