Kitab Serat Centhini, Panduan Berhubungan Seks dari Tanah Jawa

serat centhini

Kitab Serat Centhini, panduan berhubungan seks dari Tanah Jawa– Memadu kasih dengan pasangan adalah bentuk kenikmatan duniawi yang pastinya disukai oleh semua orang, ya?

Namun, ternyata, saat berhubungan seks, ternyata ada beberapa hal yang wajib diperhatikan supaya aktivitas tersebut memuaskan dan menjadikan masing-masing pasangan merasa klimaks yang maksimal. Jadi, kalau kamu beranggapan jika berhubungan seks hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis saja, wah kamu salah banget!

Supaya hubungan seksual yang dilakukan semakin berkualitas, kamu bisa banget belajar bersama dengan pasangan untuk menemukan dan mengenal hal-hal apa saja yang ingin diperoleh saat beraksi di atas ranjang. Tapi, kalau kamu benar-benar clueless, bisa banget menggunakan ajaran-ajaran dari buku kuno, salah satunya adalah Serat Centhini.

Mungkin sebagian dari kamu masing asing mendengar kitab yang satu ini. Singkatnya, Serat Centhini diibaratkan sebagai “kitab Kamasutra” versi Indonesia yang berasal dari Tanah Jawa. Di dalam kitab tersebut pun digunakan tulisan dengan bahasa aksara Jawa. Namun, kamu nggak perlu khawatir. Saat ini, sudah banyak orang yang menerjemahkan kitab Serat Centhini ke dalam bahasa Indonesia.

Sejarah Kitab Serat Centhini

Sebenarnya, kitab Serat Centhini nggak hanya sekedar membahas tentang teknik berhubungan seksual saja, lho. Dilansir dari jawabe, Kitab Serat Centhini sebenarnya lebih membahas secara general (umum) mengenai kebudayaan Jawa supaya tetap lestari tanpa tergerus oleh waktu.

Terdiri dari 4.000 halaman, kitab Serat Centhini ternyata membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa supaya kehidupan yang dijalani selaras dan sesuai dengan aturan. Misalnya saja, dari 12 bab yang diciptakan, kamu bisa menemukan pembahasan mengenai kesenian, arsitektur, watak seseorang, ilmu kebatinan hingga resep masakan nikmat.

Pembahasan Utama Hubungan Seksual dalam Kitab Serat Centhini

Nggak bisa dipungkiri, pembahasan erotika mengenai hubungan seksual yang menjadikan kitab Serat Centhini ingin diketahui banyak orang. Tapi, untuk orang-orang yang telah membaca mengenai panduan bersenggama ala Serat Centhini, melakukan pemanasan (foreplay) sangat dianjurkan. Hal tersebut dapat dimulai dari saling mencumbu, berfantasi bersama-sama supaya pihak pria nggak mudah untuk mengalami ejakulasi.

Bahkan, berhubungan seksual ala Serat Centhini juga mempunyai prosedur. Misalnya saja, disarankan untuk membersihkan seluruh tubuh dengan mandi, lalu setelah itu menggunakan wewangian harum supaya semakin merangsang hasrat pasangan.

Selain itu, ada beberapa istilah dan posisi seks dalam Serat Centhini. Istilah seks dalam kitab ini seperti Jalu Usada (pengobatan supaya pria gagah perkasa), Badan Mbangbang (penjelasan tubuh pasangan wanita yang padat berisi), dan Derajat Marlupa (puncak kenikmatan seksual).

Sedangkan posisi seks dalam Serat Centhini yang paling populer seperti Lir Ngaras Gandane Sekar (gaya seks layaknya meraba aroma mawar), Lir Breamana Ngisep Sekar (gaya seks seperti kumbang sedang menghisap madu), Lir Lukamsana Pinggire Jurang (gaya seks layaknya berada di tepi jurang), Kadya Galak Suwer (gaya seks mematuk seperti ganasnya ular gagak), dan Baita Layar Anjog Rumambaka (gaya seks layaknya kapal layar yang turun ke tengah lautan).

Wah, ternyata, kitab Serat Centhini mampu menjadi pedoman berhubungan seks yang bisa kamu praktikkan bersama pasangan. Meskipun terkesan jadul  (jaman dulu), nggak ada salahnya mencoba beberapa teknik dari kitab Serat Centhini. Siapa tahu, sensasi bercinta antara kamu dan pasangan semakin menggairahkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *