Mengenal 3 Aktivitas Seksual Aneh nan Unik dari Daratan Eropa di Masa Lalu

Pesta Seks Unik

Mengenal 3 aktivitas seksual aneh nan unik dari daratan Eropa di masa lalu– Sejarah nggak hanya membahas tentang bagaimana rakyatnya memperoleh kemerdekaan untuk negara yang ditempati. Lebih dari itu, banyak sekali peristiwa-peristiwa yang tentunya mempengaruhi bagaimana kehidupan masa kini.

Nah, kali ini, kita akan membahas tentang sejarah yang terkait dengan hubungan seksual. Sebenarnya, melakukan hubungan seksual merupakan kebutuhan primer yang dipenuhi dengan cara melakukan penetrasi antara penis dan vagina. Hal tersebut sangatlah wajar, selain untuk mendapatkan keturunan, melakukan hubungan seksual juga mampu melepaskan hasrat birahi dan memberikan kesenangan dan kepuasan bagi masing-masing pasangan.

Namun, apa jadinya jika aktivitas seksual diubah menjadi sebuah kegiatan rutin dan diadakan secara besar-besaran? Misalnya seperti festival atau pesta dan melibatkan banyak orang secara bersama-sama.

Di bawah ini terdapat tiga aktivitas seksual aneh dan unik yang pastinya menarik untuk diketahui. Penasaran? Yuk kita bahas bersama-sama!

1. Banquet of Chestnut

Kegiatan Banquet of Chestnut dilakukan di negara Vatikan pada tahun 1501. Dilansir dari idntimes, Banquet of Chestnut diselenggarakan oleh Paus Borgia dan pada kegiatan ini, memanfaatkan sebuah ruangan besar serta melibatkan sekitar puluhan pekerja seks komersial (PSK).

Seperti pesta-pesta pada umumnya, disuguhkan berbagai macam makanan dan minuman, seperti anggur dan daging-dagingan. Setelah sesi makan telah selesai, para PSK akan diminta untuk naik ke atas meja dan melakukan gerakan dan tarian erotis.

Saat itulah para pria dapat leluasa “berhubungan seks” dengan para PSK. Ekstrimnya lagi, Paus Borgia akan memberikan predikat “seorang pemenang” kepada siapa saja yang berhubungan seks paling banyak dengan para PSK. Duh!

2. Drunkennes

Kegiatan drunkennes ini diadakan di Negeri Piramida, Mesir sebagai bentuk pemujaan terhadap para dewa yang telah menyelamatkan masyarakat dari Hathor, yakni dewi pembunuh. Masih dilansir dari idntimes, saat itu, Hathor tumbang karena dirinya mabuk dan berakhir pingsan.

Semenjak dari situ, masyarakat Mesir rutin melakukan festival drunkennes. Pada festival tersebut, siapa saja dapat dengan bebas minum alkohol hingga mabuk, berdansa hingga berhubungan seksual secara bebas. Festival drunkennes juga nggak membatasi kalangan sosial tertentu untuk terlibat dalam kegiatan ini.

3. The Dionysian Mysteries

The Dionysian Mysteries atau yang lebih dikenal dengan pesta seks Equinox menjadi sebuah simbol “kebebasan yang sebebas-bebasnya”. Dilansir dari liputan6, The Dionysian Mysteries mengharuskan para peserta festival untuk selalu berkata “iya”.

Festival The Dionysian Mysteries menjadi sebuah ajang pesta pora dengan limpahan makanan nikmat dan minuman anggur. Para peserta dapat leluasa bercanda hingga berhubungan seksual dan nggak boleh melakukan penolakan.

Gimana menurut kamu? Kalau kegiatan di atas masih diberlakukan hingga saat ini, apakah kamu tertarik untuk mengikutinya? Komen di bawah, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *