Mengenal Aseksual, Rendahnya Hasrat Seseorang untuk Terlibat Hubungan Seksual

aseksual

Mengenal aseksual, rendahnya hasrat seseorang untuk terlibat hubungan seksual– Setiap manusia mempunyai naluri alami untuk berkembang biak, yakni dengan berhubungan seksual.

Namun, apa jadinya jika seseorang mempunyai hasrat yang rendah bahkan nggak tertarik sama sekali untuk berhubungan seksual?

Yaps! Hal tersebut dirasakan oleh orang-orang yang mempunyai orientasi seksual aseksual.

Hal yang salah kaprah di masyarakat adalah, ketika memberikan label aseksual sebagai hal menyimpang dan mengganggu orang yang bersangkutan. Padahal aseksual yang dialami nggak memberikan dampak negatif pada orang tersbut

Dilansir dari idntimes, aseksual bukan berarti nggak bisa merasakan hasrat seksual. Mereka pun juga bisa merasakan ransangan seksual layaknya orang-orang pada umumnya.

Namun, yang membedakan adalah, ketika orang lain mempunyai dorongan kuat untuk melajutkan ke sesi bercinta, para aseksual enggan melakukan hal tersebut.

Bagi mereka, merasakan keterikatan emosional dengan pasangan nggak harus dilampiaskan melalui hubungan seksual. Saling bertukar pikiran, memberikan pujian, sentuhan-sentuhan lembut, dan sikap saling melindungi bentuk romantisasi para aseksual.

Kalau kamu ingin mengenal lebih lanjut mengenai aseksual, simak fakta-faktanya di bawah ini, yuk!

Aseksual Dapat Dialami oleh Siapa Saja

Siapa saja dapat memiliki orientasi seksual aseksual. Mulai dari heteroseksual, gay, lesbian, hingga biseksual. Mereka seperti orang-orang pada umumnya, merasa jatuh cinta dan menjalin hubungan.

Aseksual Bukan Kelainan Biologis atau Mental

Sekali lagi, aseksual bukan sebuah kelainan biologis atau mental. Orang-orang ini hanya mempunyai ketertarikan hubungan seksual lebih rendah, hanya itu.

Aseksual Merasakan Emosional Seperti Orang Pada Umumnya

Seorang aseksual juga merasakan emosional dalam sebuah hubungan. Mereka dapat merasakan orgasme, gairah, hingga jatuh cinta. Jadi, bukan berarti ketertarikan seksual yang rendah menjadikan mereka orang yang nggak punya perasaan dan “mati rasa”.

Aseksual Terdiri dari Beberapa Jenis

Mungkin kamu berpikir jika aseksual terdiri dari satu jenis saja. Dilansir dari halodoc, seorang aseksual terdiri dari dua, yakni romantic dan aromantic aseksual.

Dua hal yang membedakannya adalah jika aseksual romantic menyukai segala kontak fisik dan hal-hal yang berbau romansa, sedangkan aseksual aromantic nggak menyukai segala bentuk keintiman fisik dalam bentuk apapun.

Namun, kembali lagi, dua jenis aseksual mempunyai kesamaan yang sama untuk nggak terlibat secara seksual. Mereka hanya ingin dekat dengan orang yang menurut mereka menarik hingga saling bertukar cerita tanpa harus melakukan hubungan seksual.

Aseksual Nggak Sama dengan Abstinensi dan Selibasi

Abstinensi dan selibasi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh para pemuka agama. Masyarakat awam banyak yang mengaitkan jika para pemuka agama tersebut adalah seorang aseksual.

Dilansir dari idntimes, pada beberapa agama tertentu, misalnya saja seperti Kristen dan Budha, selibasi merupakan sumpah agama yang wajib dijalankan dengan cara nggak menikah dan melakukan hubungan seksual dengan siapapun.

Sedangkan abstinensi merupakan aktivitas yang menahan hasrat diri untuk nggak melakukan hubungan seksual pada momen-momen tertentu. Jadi, aseksual nggak bisa disamakan dengan aktivitas yang berkaitan dengan agama.

Setelah mengenal aseksual, kamu tentunya menjadi paham jika orientasi seksual ini bukanlah sesuatu yang harus dipandang sebelah mata, ya.

Setiap orang mempunyai orientasi seksualnya masing-masing, terlepas karena faktor genetik atau memang ada traumatis yang sebelumnya pernah dialami oleh orang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name - City
Membeli Product Time