Negging, Perilaku Toksik dengan Cara Memuji Namun Merendahkan Pasangan

negging

Negging, perilaku toksik dengan cara memuji namun merendahkan pasangan– Dalam menjalani sebuah hubungan, dibutuhkan rasa pengertian, kasih sayang, dan saling memahami satu sama lain untuk menjadikan hubungan tersebut mempunyai pondasi kuat. Namun, sayangnya, hal tersebut terkadang sulit untuk dilakukan karena saling mengandalkan ego satu sama lain, sehingga muncul konflik dan menyakiti hati pasangan.

Nah, tentunya kamu juga harus paham nih, setiap hubungan berpotensi mengalami hal beracun (toxic) yang secara sadar atau nggak sadar mempengaruhi kualitas hubungan dan menjadikannya negatif, salah satunya ada perilaku negging.

Yah, memang, negging merupakan salah satu tindakan toxic yang mungkin aja nggak begitu familiar di telinga kamu. Namun, ternyata, perilaku negging ternyata sering terjadi loh di kehidupan sehari-hari. Paling sering ditemukan ketika kamu sedang berkumpul bersama teman atau mungkin saja saat berduaan dengan kekasih.

Apa itu Negging?

Singkatnya, negging merupakan tindakan ketika sang pelaku menjatuhkan lawan bicaranya melalui pujian. Mungkin hal ini bisa dikaitkan dengan sarkastik. Namun, fokus utama dari perilaku negging adalah menurunkan kepercayaan diri sendiri dan menganggap bahwa dirinya nggak berharga sama sekali. Duh!

Dilansir dari yourdevan, negging merupakan singkatan dari dua kata, yakni negative comment dan populer pada tahun 1900-an. Biasanya, perilaku negging dilakukan pada hubungan asmara, mayoritas pelakunya adalah laki-laki dan bertujuan untuk merendahkan kaum wanita melalui serangan emosional.

Contoh Nagging itu Seperti Apa?

Sangat sederhana. Misalnya, ketika pria menilai penampilan pasangan wanitanya, diselipkan sebuah penghinaan dibalik pujian yang diberikan seperti “Kamu cantik banget pakai baju berwarna ungu seperti ini. Namun, andaikan badan kamu sedikit lebih kurus, kurang lebih seperti mantanku  yang sebelumnya. Wah, semua mata pasti tertuju sama kamu!”

Lihat contoh kalimat di atas? Si pria tetap memberikan pujian, akan tetapi memberikan embel-embel perbandingan antara pasangan dan mantannya serta mengomentari bentuk tubuh.

Masih bingung? Mari kita ambil contoh lainnya. Ketika ada teman kamu yang memuji lipstik yang kamu gunakan, akan tetapi pada kenyataannya justru melakukan sindirian secara halus seperti “Ih bagus deh lipstik yang kamu gunain sekarang! Tapi lihat deh, di bibir kamu yang hitam itu, warnanya jadi kurang keluar, deh”

Atau nggak, bentuk negging bisa seperti ini “Sayang, aku hari ini bisa loh nggak makan nasi. Kalau kayak kamu nggak bisa tuh kalo makan nggak tanpa nasi, kalo aku sih untungnya bisa nahan untuk nggak konsumsi itu, jadinya diganti sama roti gandum aja, deh”

Wah, ternyata pernyataan-pernyataan seperti itu sudah termasuk ke tindakan toksik, ya? Kalau kamu merasa pasangan bahkan diri kamu sendiri sering melakukan hal tersebut, segera intropeksi diri masing-masing karena hal tersebut nggak baik untuk terus dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *