Qurratul Uyun, Panduan Kitab Seks di Kalangan Umat Islam

Qurratul Uyun

Qurratul Uyun, panduan kitab seks di kalangan umat Islam– Di postingan sebelumnya, kita udah membahas berbagai macam kitab untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan, mulai dari tanah air, yakni kitab Serat Centhini dan dari India, yaitu Kamasutra.

Nah, kali ini, giliran kitab Qurratul Uyun yang bisa kamu jadikan referensi, khususnya umat Islam yang telah mempunyai pasangan sah dan ingin merasakan kepuasan dalam memadu kasih dengan cara berhubungan seksual. Biasanya, poin-poin pembahasan Qurratul Uyun disampaikan untuk anak-anak didik di pesantren.

Dilansir dari opini, Qurratul Uyun berisikan panduan cara membina hubungan suami istri, adab berhubungan seksual hingga menjaga pasangan sesuai syariat Islam. Kitab Qurratul Uyun ditulis oleh seorang ulama besar kelahiran Arab Saudi, yakni Syekh Muhammad al-Tahami bin Madani.

Di dalam pesantren, para ulama dan guru-guru besar menyampaikan isi dari Qurratul Uyun kepada para santri (anak didik) secara bertahap. Dikutip dari alifid, biasanya proses penyampaian pendidikan seks mulai dari aqir balig (momen ketika laki-laki dan perempuan mulai beranjak dewasa setelah mengalami menstruasi dan mimpi basah) pada kelas dasar (alawiyah) dan kelas atas (ulya) dengan topik pembahasan seks yang lebih spesifik dan tentunya vulgar.

Pembahasan di Kitab Qurratul Uyun

Syekh Muhammad al-Tahami bin Madani menjelaskan secara runtun mengenai bagaimana hubungan seks yang baik dan benar seharusnya dilakukan. Kamu nggak perlu khawatir jika nantinya akan mengalami kesulitan saat membaca tiap poin pembahasan, karena penggunaan bahasa yang digunakan sangatlah mudah dipahami. Termasuk dalam penentuan waktu hingga posisi berhubungan seksual dengan pasangan.

Masih mengacu pada sumber yang ditulis oleh alifid, terdapat 7 aturan yang Qurratul Uyun saat suami istri akan melakukan hubungan seksual. Di antaranya adalah:

1. Pemilihan Waktu dan Kondisi Tempat

Dalam Qurratul Uyun, waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah setelah berlalunya shalat Isya (malam hari). Pada saat itu, pria harus secara tegas dan memastikan bahwa tidak ada satupun yang akan mengganggu proses berhubungan seksual, baik yang membuat kegaduhan atau sekedar berdiri di depan pintu kamar.

2. Membersihkan Keseluruhan Badan

Proses selanjutnya adalah suami dan istri harus mandi dan berwudhu. Selain membersihkan seluruh tubuh, dengan berwudhu membersihkan jiwa dari segala dosa yang telah diperbuat. Setelah itu, suami harus menyempatkan membasuh kaki dan tangan sang istri di dalam sebuah wadah. Air dari bekas pembasuhan tersebut mulai disiram di berbagai sudut rumah. Tujuannya adalah supaya menghilangkan rasa cemas sebelum bersenggama nantinya.

3. Menjalankan Sunnah Sesuai Syariat Islam

Sunnah yang dimaksud adalah seperti saat memasuki kamar, suami dan istri mendahulukan kaki kanan. Bisa juga menggunakan parfum untuk menjadikan aroma tubuh lebih wangi. Nah, saat sudah berada di ranjang, suami melanjutkan sunnahnya dengan cara memegang dengan lembut bagian atas kepala sang istri sembari membaca beberapa ayat kitab suci Al-Qur’an.

4. Melakukan Foreplay

Melakukan foreplay (pemanasan) tentunya akan menstimulasi tubuh pria dan wanita supaya lebih mudah untuk penetrasi. Sang suami bisa memulainya dengan cara memberikan pelukan, belaian lembut, dan rangkaian kata-kata mesra dan menggoda kepada istri. Pastikan jika suasana hati (mood) istri terjaga, sehingga proses berhubungan seks nantinya akan terasa lebih menyenangkan.

5. Membangun Rasa Percaya Diri Pria

Sebagai pemimpin keluarga, suami harus meyakinkan istri bahwa segala sesuatu yang dilakukan didasarkan atas kemantapan pola pikir, termasuk saat berhubungan seksi. Pastikan suami mempunyai kepercayaan diri, sehingga istri tidak merasa ketakutan ataupun ragu ketika proses penetrasi akan dilakukan.

6. Posisi Berhubungan Seks

Posisi dalam berhubungan seks dalam Qurratul Uyun sebenarnya sangat sederhana, yakni posisi pria berada di atas wanita. Sang istri disarankan untuk telentang di atas kasur dengan kondisi seprai yang dingin, lalu di bagian pinggulnya diberi penahan berupa bantal. Nah, posisi sang suami berada di atasnya dan siap melakukan penetrasi dengan cara memasukan penis ke dalam liang vagina istri.

7. Durasi Berhubungan Seks

Standarnya, pria diharuskan untuk memuaskan istri dengan minimal 3-4 kali sesi bercinta hingga wanita mengalami orgasme maksimal. Namun, khusus untuk wanita, disarankan hanya untuk mengelap dengan kain bersih untuk membersihkan cairan yang keluar dari vagina. Hal ini dikarenakan, ketika vagina dibersihkan dengan air, maka gairah wanita akan berkurang.

Berhubungan seks dengan panduan kitab Qurratul Uyun memang mungkin sedikit menyulitkan dan membutuhkan waktu lebih panjang. Namun, ketika sudah menerapkannya, maka hubungan seksual yang dilakukan akan terasa lebih nikmat karena mengikuti syariat agama dengan baik dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *