Nggak Kalah Merugikan! Kenalan dengan Ghostlighting dalam Kehidupan Romansa

ghostlighting

Nggak kalah merugikan! Kenalan dengan ghostlighting dalam kehidupan romansa– Merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri ketika kamu menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang memang sudah kamu taksir dari sekian lama. Menghabiskan waktu bersama dan saling berbagi cerita merupakan hal sederhana yang mampu memperkuat cinta antara satu sama lain seiring berjalannya waktu.

Meskipun hal tersebut terlihat indah, akan tetapi yang namanya perasaan bisa saja berubah karena berbagai macam faktor, seperti munculnya rasa bosan, dekat dengan orang lain, hingga selalu meributkan hal-hal kecil dengan pasangan dan berakhir dengan perdebatan sengit.

Ragamnya faktor-faktor tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang merugikan pasangannya. Dari sekian banyak fenomena yang terjadi di dunia romansa, ghostlighting menjadi hal yang patut untuk diwaspadai. Hal ini nggak hanya berlaku untuk pasangan kekasih saja, akan tetapi untuk orang-orang yang sedang melakukan pendekatan (PDKT) juga rentan mengalami ghostlighting.

Sama seperti namanya, ghostlighting merupakan penggabungan dari dua fenomena merugikan, yakni ghosting dan gashlighting. Singkatnya, ghosting merupakan kondisi ketika seseorang meninggalkan pasangannya tanpa adanya penjelasan dan maksud yang jelas, sehingga menjadikan korban bingung mengapa dirinya tiba-tiba ditinggalkan.

Sedangkan gaslighting mempunyai kondisi yang lebih menyerang ke emosional si korban. Meskipun si pelaku gaslighting melakukan kesalahan, akan tetapi selalu saja si pelaku mempunyai cara licik untuk menjadikan pasanganya merasa bersalah dan frustasi.

Wah, coba kamu bayangkan, bagaimana jika dua fenomena tersebut terjadi di dalam satu waktu yang bersamaan?

Dikutip dari klikdokter, orang-orang yang melakukan ghostlighting akan secara sengaja menjauhi pasangannya secara mendadak dan memutuskan komunikasi. Setelah sekian lama menghilang dan kembali kepada kamu, tentunya kamu akan bertanya-tanya kan, mengapa pasangan melakukan hal tersebut? Nah, disinilah perilaku gaslighting mulai diterapkan.

Sebagai contoh, ketika pasangan kamu secara tiba-tiba menghilang selama dua bulan tanpa adanya penjelasan sama sekali, lalu pada akhirnya kembali ke kamu dan bersikap seolah-olah kamu berlebihan menanggapi hal ini. Seperti “Aku kan cuma nggak ada kabar selama dua bulan, sekarang aku ada di sini, kan?” “Ah, jangan berlebihan! Aku juga menghilang karena harus melakukan sesuatu yang penting”.

Sedangkan dari sindonews menyatakan bahwa perilaku ghostlighting dilakukan supaya pelaku dapat “mencuci tangan” dari kesalahan yang dibuatnya. Alhasil? Pasangan yang nggak melakukan kesalahan sama sekali malah meragukan pemikirannya sendiri karena dianggap gila oleh pelaku ghostlighting.

Meskipun ucapan dari pelaku ghostlighting benar-benar membuat kamu yakin bahwa pemikiran kamu selama ini terhadap dirinya adalah sebuah kesalahan, akan tetapi nggak ada salahnya untuk mempercayai naluri dari diri sendiri. Singkatnya, cobalah untuk lebih peka ketika mempunyai pasangan yang secara langsung memperlihatkan perilaku ghostlighting dan tentunya sangat merugikan kamu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *