Cairan Pra Ejakulasi Dapat Menyebabkan Kehamilan dan Menularkan Penyakit Seksual?

  Cairan Pra Ejakulasi Dapat Menyebabkan Kehamilan dan Menularkan Penyakit Seksual? – Cairan Pra Ejakulasi adalah cairan pengantar saat sebelum ejakulasi, cairan pra ejakulasi ini bertekstur kental dan transparan yang keluar dari uretra. Volume cairan ini sekitar 4 ml yang berada di ujung penis dan dilepaskan ketika pria mendapatkan rangsangan. Letak cairan pra ejakulasi ini berada di bawah kelenjar prostat dari sistem reproduksi pria. Meskipun hanya disebut sebagai cairan pengantar, cairan pra ejakulasi ini mempunyai peran yang sangat penting dalam keseluruhan proses seks dan reproduksi. Karena cairan pra ejakulasi ternyata mengandung sperma meskipun jumlah spermanya sedikit. Tetapi beberapa studi membuktikan bahwa mayoritas dari sperma yang terkandung dalam cairan pra ejakulasi adalah sperma yang sudah mati atau tidak berfungsi lagi. Pada beberapa cairan pra ejakulasi lainnya bahkan tidak ditemukan satupun kandungan sperma. Kemungkinan sperma tercampur pada cairan pra ejakulasi memang ada, tetapi kemungkinannya sangat kecil, karena cairan pra ejakulasi dan sperma berasal dari tempat yang berbeda. Fungsi dari cairan pra ejakulasi agar dapat mencapai ke rahim dengan baik, sperma membutuhkan bantuan cairan pra ejakulasi. Cairan pra ejakulasi melumasi uretra pria untuk memfasilitasi jalannya sperma agar lancar ke dalam vagina. Cairan pra ejakulasi ini mengandung enzim dan lendir dan tidak ada sperma di dalamnya. Beberapa ahli memercayai cairan pra ejakulasi ini mengandung sebagian kecil sperma di dalamnya. Meskipun hanya sebagian kecil, apabila sperma tersebut aktif dan bekualitas, tetap dapat membuat hamil. Ada beberapa pendapat ahli yang mengatakan bahwa cairan pra ejakulasi ini tidak mengandung sperma sama sekali. Tetapi, sebuah penelitian yang dilakukan oleh stephen killick terbukti bahwa ada keberadaan sperma pada cairan pra ejakulasi, meski jumlahnya sangat sedikit. Melihat adanya kemungkinan jumlah sperma meski sedikit pada cairan pra ejakulasi, maka metode cabut tidaklah efektif untuk mencegah kehamilan. Pria bahkan tidak sadar ketika kapan ia ingin ejakulasi jadinya ia tidan tahu kapan saat yang tepat untuk mencabut penis, karena hal inilah yang menjadi risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Bagi pasangan yang tidak merencanakan kehamilan, pemasangan alat kontrasepsi dari awal berhubungan seks harus dilakukan mengingat keluarnya cairan pra ejakulasi umumnya tidak dapat dikontrol oleh pria. Dr. Liano mengatakan, tidak seperti ejakulasi dengan orgasme yang dapat dirasakan tanda-tandanya, keluarnya cairan pra ejakulasi ini sama sekali tidak bisa diprediksi. “Mereka bisa keluar tanpa pemberitahuan yang artinya bisa saja keluar sebelum kita sempat memasang kondom, jika kondom adalah alat kontrasepsi yang digunakan,” jelas dr. Liano. Penyakit menular seksual juga dapat menyebar melalui cairan pra ejakulasi ini. Kamu mungkin berasumsi hanya air mani dalam jumlah banyak yang dapat sebabkan kehamilan dan penyebaran penyakit menular seksual. Contohnya pada kasus gonore. Infeksi ini menyerang uretra dan kelenjar yang membantu reproduksi manusia. Tidak hanya gonore saja, hiv pun bisa menular melalui cairan praejakulasi. Para peneliti dalam skala kecil menemukan bahwa hiv ditemukan pada cairan pra ejakulasi. Inilah alasan kamu tetap perlu melakukan seks aman. Menggunakan kontrasepsi merupakan pilihan bagi setiap orang. Apapun metode kontrasepsi yang digunakan, merupakan hak tiap pasangan untuk menentukannya, tergantung dari kesepakatn untuk kenyamanan dan risiko yang dihadapi masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai chat
1
💬 Tanya Gaby ?
Halo Kaka Cakep👋
yuk tanya Gaby Sekarang ?