Duh, Seram! Kenali Fenomena Orbiting Pasca Putus dengan Mantan Kekasih

orbiting

Duh, Seram! Kenali Fenomena Orbiting Pasca Putus dengan Mantan Kekasih– Putus dengan kekasih merupakan salah satu hal menyakitkan dan membutuhkan waktu untuk sembuh dari hal tersebut. Biasanya, banyak faktor yang menjadikan sepasang kekasih pada akhirnya memutuskan untuk berpisah. Misalnya saja seperti sudah nggak bisa memahami satu sama lain, terbentur restu orang tua hingga adanya orang ketiga.

Sebenarnya wajar ketika putus, baik pria dan wanita merasa belum bisa moveon karena harus terbiasa menghilangkan kenangan dan kebiasaan rutin yang biasanya dilakukan bersama-sama. Namun, apa jadinya jika proses moveon tersebut mengalami kendala dan memunculkan fenomena yang harus diwaspadai oleh siapa saja, nggak terkecuali kamu, yakni orbiting.

Sekilas, ketika mendengar istilah orbiting, kamu akan terbayang tentang galaksi ketika seluruh planet berputar mengelilingi matahari sesuai dengan porosnya. Nah, hal tersebut merupakan analogi dari tindakan orbiting yang dilakukan oleh seseorang. Si pelaku orbiting biasanya sudah nggak berhubungan secara intens dengan mantannya. Namun, pelaku akan memanfaatkan hal lain, seperti media sosial untuk memantau apa yang sedang dilakukan oleh si mantan.

Misalnya si mantan sangat aktif di media sosial Instagram. Pelaku orbiting akan menjadi viewers pertama di Instagram Stories si mantan, akan menjadi orang pertama yang menekan love bahkan memberikan komentar. Intinya, si pelaku ingin meninggalkan jejak dan menjadikan targetnya merasa dimata-matai.

Tentunya hal tersebut menjadikan seseorang nggak nyaman dan memberikan efek negatif, baik si pelaku maupun si korban. Dilansir dari womantalk, istilah orbiting pertama kali dicetuskan pada sebuah situs bernama Man Repeller. Mungkin saja si mantan pernah menghubungi atau sekedar menanyakan kabar, akan tetapi pelaku orbiting nggak menggubris dan tetapi memantau aktivitas mantannya secara terus menerus tanpa menjalin komunikasi.

Lalu, apa efek negatif dari fenomena orbiting yang dilakukan?

Bagi si pelaku, tentunya dirinya nggak akan mengetahui apa saja yang akan di-update oleh mantannya. Bisa saja mengunggah foto saat sedang bersama pacar barunya. Tentu, perasaan galau dan sedih semakin menjadi-jadi dan membuat pelaku merasakan sakit hati yang berkempanjangan.

Efek dari orbiting juga semakin terasa ketika si korban juga masih belum moveon. Melihat notifikasi bahwa si pelaku masih dengan setia melihat setiap aktivitas yang dilakukan, meskipun dari jarak jauh melalui media sosial, akan tetapi tetap saja memori tersebut mampu muncul kembali dan menimbulkan rasa sedih yang nggak kalah besar dengan apa yang dirasakan oleh si pelaku.

Melepaskan orang yang kamu sayangi karena berbagai macam faktor memang akan terasa sulit. Namun, seiring berjalannya waktu, kamu harus moveon dan menerima keadaan jika kamu nggak bisa lagi bersama pasangan. Jangan sampai melakukan tindakan orbiting yang nggak hanya menghabiskan waktu dan pikiran, akan tetapi memperhambat kamu bertemu dengan seseorang yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *