Love Bombing, Perilaku Romantis yang Patut Diwaspadai

love bombing

Love Bombing, perilaku romantis yang patut diwaspadai– Ketika seseorang mempunyai pasangan, memberikan perilaku romantis merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Menunjukkan ekspresi kasih sayang seperti membelikan barang favorit hingga mengajaknya ke taman hiburan tentunya mampu mempererat hubungan asmara yang dijalani.

Meskipun terlihat indah dan menyenangkan, ternyata ada satu perilaku yang sering dianggap normal, akan tetapi sebenarnya patut untuk diwaspadai, yakni love bombing. Dilansir dari popbelalove bombing merupakan perilaku ketika seseorang ingin mendapatkan sang pujaan hati dengan berbagai macam trik manipulatif, seperti memberikan perhatian hingga berkorban supaya orang incarannya tertarik dan jatuh ke pelukannya.

Dilansir dari cosmopolitan, para pelaku love bombing biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kecenderungan bersikap narsistik dan berusaha untuk menunjukkan citra ideal dalam hubungan asmara.

Ciri-Ciri Perilaku Love Bombing

  • Komunikasi dilakukan begitu intens, bahkan bisa dilakukan sepanjang hari.
  • Memberi keyakinan bahwa pasangan bahwa pelaku love bombing adalah yang terbaik.
  • Tindakannya dapat menjadi sangat agresif ketika pasangannya enggan menuruti kemauannya.
  • Menjadikan pasangan jauh dengan orang-orang terdekatnya (keluarga dan sahabat)

Mengapa Love Bombing Termasuk Hal yang Harus Diwaspadai?

Sederhana, karena biasanya perilaku love bombing dilakukan hanya untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Misalnya ada seorang pria sangat menginginkan wanita karena dirinya populer dan berasal dari kalangan sosial kelas atas. Pria ini akan berusaha semaksimal mungkin supaya si wanita jatuh cinta kepadanya.

Ketika sang wanita sudah jatuh ke pelukannya, maka si pria akan menghilangkan sikap baiknya (seperti romantis, perhatian, dan penuh kasih sayang) dan menunjukkan sikap aslinya, seperti kasar secara verbal atau non-verbal, nggak bisa diajak diskusi dan bekerja sama hingga memberikan rasa nggak nyaman terhadap pasangannya.

Tentunya hal tersebut sangat merugikan karena tindakan love bombing termasuk manupilatif dan tergolong dalam emotional abuse. Dikutip dari klikdokter, orang yang mendapatkan love bombing dari pasangannya akan sangat bergantung dan nggak mempunyai kontrol atas hubungan yang sedang dijalani.

Terlebih lagi biasanya pelaku love bombing secara nggak langsung akan “menuntut balasan” dari sikap baik yang telah diberikan kepada pasangannya. Misalnya, ketika pelaku love bombing sering membelikan hadiah, maka pasangannya harus menuruti segala keinginannya. Jika nggak menuruti, maka pelaku love bombing akan menyerang mental pasangannya, seperti melakukan ghosting, berselingkuh hingga melakukan tindakan-tindakan yang merugikan.

Jadi, apakah kamu pernah mempunyai pengalaman ketika menjalin hubungan dengan orang-orang pelaku love bombing? Silahkan share di kolom komentar, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *