Mengenal Anal Bleaching, Teknik Pemutihan Pada Area Dubur

anal bleaching

Mengenal anal bleaching, teknik pemutihan pada area dubur– Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mendapatkan tampilan fisik yang menarik. Nggak dapat dipungkiri, dengan memperbaiki tampilan diri, tentunya akan dipandang lebih positif oleh siapa saja yang melihatnya.

Salah satu treatment yang dimulai sejak tahun 2017 adalah anal bleaching. Mungkin kamu yang belum awam, teknik bleaching biasa diaplikasikan pada bagian rambut atau kulit tubuh saja. Ternyata, bleaching dapat diaplikasikan pada bagian anus (area dubur, tempat pembuangan kotoran).

Tujuan dari anal bleaching ini adalah untuk menyamaratakan warna pada bagian sekitar anus. Kamu pasti tahu bukan jika area tersebut cenderung lebih gelap dan nggak merata dengan warna tubuh lainnya.

Terlebih lagi jika kamu sering menggunakan pakaian terbuka (misalnya saja seperti bikini), tentunya akan mengekspos pada bagian tersebut. Sehingga, banyak orang, baik pria dan wanita berusaha untuk menjadikan tampilan anus mereka menarik, yaitu menggunakan teknik anal bleaching.

Hal Penting Terkait Anal Bleaching

Dilansir dari menshealth, ternyata terdapat hal-hal penting yang sebaiknya kamu ketahui jika tertarik melakukan anal bleaching. Berikut ini penjelasannya.

1. Teknik Anal Bleaching DIY

Sebenarnya, kalau kamu melakukannya secara konsisten (dan tentunya murah), menggunakan bahan-bahan DIY (Do-It-Yourself) bisa diterapkan untuk memutihkan dan mencerahkan bagian anal. Bahan-bahan tersebut bisa kamu beli di online shop dan biasanya untuk proses DIY anal bleaching seperti kojic acid, niacinamide, hidrokinon, hingga azlaic acid.

Namun, kamu harus waspada. Bahan-bahan tersebut biasanya berpotensi memiliki karsinogenik (zat yang menyebabkan seseorang mengalami kanker). Khususnya untuk wanita, jika melakukan proses DIY anal bleaching dalam kondisi hamil, kemungkinan besar anak yang akan dilahirkan akan mengalami cacat tubuh.

Nggak hanya itu, kandungan karsinogenik dapat memicu penyakit-penyakit lainnya, seperti serangan jantung, diabetes, dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis).

2. Efek Samping Anal Bleaching

Disarankan untuk melakukan anal bleaching oleh ahli (setidaknya ada orang medis yang mampu memastikan jika prosedur bleaching itu aman). Hal ini dikarenakan anal bleaching mempunyai efek samping, yakni rasa perih, gatal, hingga iritasi.

Hal tersebut merupakan reaksi dari proses pengikisan warna kulit menggunakan bahan-bahan kimia. Kalau kamu merasakan gejala-gejala tersebut dan semakin parah, segera hentikan dan berikan pelembab khusus, seperti petroleum jelly.

Penggunaan petroleum jelly menjadikan kulit terhidrasi dan dapat menimalisir rasa perih pada kulit, khususnya di bagian sensitif.

3. Lupakan Seks Selama Proses Anal Bleaching

Saat sedang melakukan proses anal bleaching, sementara waktu lupakan untuk berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini berlaku jika efek samping anal bleaching kamu rasakan, maka usahakan untuk “puasa berhubungan seksual” selama lima hari setelah melakukan treatment.

Sebenarnya nggak masalah untuk merawat diri sendiri, akan tetapi jika perawatan tersebut menyakiti diri sendiri, gunakan cara yang lebih alami dan tentunya aman, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *