Receiving Gift, Bahasa Cinta Pasangan dengan Memberikan Hadiah

receiving gift

Receiving gift, bahasa cinta pasangan dengan memberikan hadiah– Siapa yang nggak senang diberi sebuah hadiah? Biasanya, hadiah diberikan pada momen-momen spesial, seperti saat ulang tahun atau merayakan hari anniversary pernikahan.

Tapi, apakah kamu tahu? Ada sebagian orang yang lebih menghargai bentuk kasih sayang dalam bentuk hadiah. Tapiiii, kamu harus inget! Ini bukan karena orang tersebut matre, lho. Biasanya, orang-orang seperti ini mempunyai gaya bahasa cinta yang bernama receiving gift.

Di artikel sebelumnya kita udah membahas nih salah satu bahasa cinta, yakni act of service. Sekarang, yuk kenalan dengan bahasa cinta kedua di sini!

Bahasa Cinta Receiving Gift

Sebenarnya, masih banyak yang bingung perbedaan antara act of service dan receiving gift. Memang, keduanya menghargai bentuk kasih sayang dengan cara memberikan apa yang pasangannya butuhkan atau menerima bantuan dari pasangan. Namun, yang membedakan adalah, pemilik bahasa cinta receiving gift lebih mengutamakan pemberian hadiah dalam bentuk fisik yang benar-benar mereka butuhkan.

Masih bingung maksudnya seperti apa? Begini. Misalnya, pasangan kamu butuh headphone untuk keperluan streaming game online. Nah, ketika kamu membelikan headphone tersebut, tentunya pasangan kamu akan merasa bahagia karena hadiah yang diberikan merupakan sesuatu yang dibutuhkan.

Terlebih lagi jika kamu memberikan hal-hal yang tanpa pasangan utarakan, kamu berinisiatif untuk mencari tahu sendiri dan memberikan suprise di waktu yang nggak terduga. Contohnya, kamu tahu kalau pasangan senang bermain skate boarding,  kemudian membelikannya papan skate board dengan desain yang lebih baik dan dari segi kekuatannya juga lebih kokoh. Wah, dijamin, pasangan kamu akan merasa sangat dicintai!

Tapi, pasti ada sedikit terbesit di pikiran kalian mengenai bahasa cinta yang satu ini, seperti “Berarti, kita atau pasangan harus selalu memberikan hadiah secara terus menerus karena bahasa cintanya adalah receiving gift? Waduh, tekor!”

Nggak, nggak begitu konsepnya. Intinya, bahasa cinta receiving gift lebih fokus pada barang yang diberikan pasangan atau ketika kita memberikan sesuatu ke pasangan, benda tersebut memang sangat dibutuhkan atau memang sudah diidam-idamkan. Jadi, bukan seberapa mahal barang yang diberikan, akan tetapi lebih ke value dari hadiah itu sendiri.

Jadi, buat kamu nih yang mempunyai pasangan, terlebih lagi yang sedang menjalani LDR (Long Distance Relationship), mengirimkan hadiah atau sekedar membelikan makanan favoritanya melalui aplikasi online bisa menjadi bentuk kasih sayang dibutuhkan oleh pasangan dengan gaya bahasa cinta receiving gift.

Apakah kamu atau pasangan mempunyai gaya bahasa cinta berupa receiving gift? Komen di bawah, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *